Sabtu, 01 Februari 2014

Cara Menunda Kehamilan

kb
Pertanyaan:
assalamualaikum. wr wb dokter, bagaimana cara yg baik untuk menunda kehamilan, dikarenakan istri masih kuliah. terimakasih wassalamualaikum
jawaban:
ada beberapa cara dan metode untuk menunda kehamilan yaitu dengan KB. Akan tetapi KB harus disesuaikan dengan keadaan orang dan waktunya, yang lebih penting tidak melanggar syariat karena beberapa metode KB ada yang diharamkan dan ada yang boleh/mubah.
KB ditinjau dari tujuannya
Ada dua macam:
  1. 1.       [تحديد النسل] Tahdidun nasl/ membatasi kelahiran
Jelas hukumnya terlarang karena bertentangan ajaran Islam. Baik dengan alasan tidak bisa mencari rezeki ataupun susah dan tidak mau repot mengurus anak.
Allah Ta’ala berfirman,
وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيراً

Dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar.
[Al-Isra’: 6]
Dan jumlah yang banyak adalah karunia semua kaum. Kaum Nabi Syu’aib ‘alaihissalam diperingati tentang karunia mereka,
وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ

Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu.
[Al-A’raf: 86]
عن أنس بن مالك قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Anas bin Malik berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat ”[1]



  1. 2.       [تنظيم النسل] tandzimun nasl/mengatur jarak kelahiran
Hal ini boleh jika dengan alasan kesehatan dan berdasarkan saran dari dokter yang terpercaya, karena jika sudah jelas berdasarkan fakta dan penelitian bahwa itu berbahaya maka tidak boleh dilakukan. Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al-Baqarah: 195]

Segelintir ikhwan-akhwat yang mengharamkan secara mutlak KB dan ditambah kurang paham tentang bagaimana mengatur jarak kelahiran. Sehingga tidak jarang kita mendengar berita ada ikhwan yang istrinya mengalami rupture rahim/ rahimnya jebol atau harus operasi caesar atau minimal bayinya kurang sehat dan harus dirawat intensif di NICU [Neonatal Intensif Care Unit] dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini bisa disebabkan jarak kehamilan yang sangat dekat kemudian ditambah lagi kondisi istri yang kurang begitu baik atau sedang mengidap penyakit tertentu.

Berikut Fatwa Majma’ Fikh AL-Islami mengenai KB,
أولاً: لا يجوز إصدار قانون عام يحد من حرية الزوجين في الإنجاب.
ثانياً: يحرم استئصال القدرة على الإنجاب في الرجل أو المرأة، وهو ما يعرف بـ(الإعقام) أو (التعقيم)، ما لم تدعو إلى ذلك الضرورة بمعاييرها الشرعية.
ثالثاً: يجوز التحكم المؤقت في الإنجاب بقصد المباعدة بين فترات الحمل، أو إيقافه لمدة معينة من الزمان، إذا دعت إليه حاجة معتبرة شرعاَ، بحسب تقدير الزوجين عن تشاور بينهما وتراض بشرط أن لا يترتب على ذلك ضرر، وأن تكون الوسيلة مشروعة، وأن لا يكون فيها عدوان على حمل قائم.
1.tidak boleh mengeluarkan Undang-Undang agar membatasi kebebasan suami-istri untuk memperoleh keturunan
2.diharamkan melakukan pemotongan/penghilangan kemampuan memiliki keturunan yaitu yang dikenal dengan steril (vasektomi/tubektomi). Hal tersebut dilakukan jika (darurat) sesuai dengan kaidah standar syariat
3.boleh mengontrol sementara dalam memperoleh keturunan dengan tujuan mengatur jarak kehamilan atau menghentikan sementara kehamilan pada jangka waktu tertentu. Jika ada hajat yang sesuai dengan tolak ukur syariat. Sesuai dengan kemampuan suami-istri, musyawarah dan saling ridha mereka. Tidak juga menimbulkan bahaya. Hendaknya sarananya juga sesuai dengan syariat dan tidak ada tindakan yang membahayakan kehamilan.[2]

KB ditinjau dari metodenya
Ada yang halal dan haram sesuai dengan apakah metodenya bertentengan dengan syariat Islam atau tidak, seperti menimbulkan bahaya yang lebih besar atau melanggar syariat Islam.
1.Metode yang BOLEH
-Metode penanggalan
Yaitu mengetahui masa subur istri. Masa subur istri adalah 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Masa subur adalah dimana ovum/sel telur wanita telah matang dan siap untuk dibuahi.  Para ahli mengambil kemungkinan empat hari sesudah ataupun sebelumnya bisa terjadi masa subur.
Catatan: metode ini hanya boleh dilakukan oleh wanita yang haidhnya teratur tiap bulannya
Hal ini boleh karena metodenya alami dan sebaiknya dikombinasi dengan metode lainnya.

-Metode coitus interuptus/ ‘Azl
Metode ini sudah dikenal di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Hajar Al-Asqalaniy rahimahullah menukil bab dalam shahih Bukhari menjelaskan tentang ‘Azl,

باب العزل أي النزع بعد الإيلاج لينزل خارج الفرج

“Bab tentang Al-‘Azl yaitu mencabut (penis) setelah penetrasi agar (air mani) tertumpah di luar farji/vagina”[3]
Hukum ‘Azl ada perselisihan diantara ulama, namun pendapat terkuat adalah mubah. Dengan beberapa dalil.

Perkataan sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu

كنا نعزل على عهد النبي صلى الله عليه وسلم.
 “Kami (para shahabat) melakukan ‘azl di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam”[4]

-Metode barier/kondom
Kondom bisa kita kiaskan dengan ‘Azl  karena alasan/illat adalah mencegah tertumpahnya sperma ke dalam rahim. Maka hukumnya juga mubah. Karena penggunaan kondom bisa menggantika ‘Azl. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah,

حكم البدل حكم المبدل منه
“hukum pengganti sama dengan hukum yang digantikan”

Jika tidak bisa menahan saat akan ejakulasi dengan ‘Azl, maka bisa menggunakan kondom. Kodom bisa digunakan pada rentang waktu yang tidak boleh menumpahkan sperma ke rahim.

-metode lendir dan suhu
Metode ini kurang praktis dan agak sedikit rumit
yaitu wanita subur jika lendir vagina agak kental, cara mengetahuinya dengan memasukkan sedikit ibu jari dan telunjuk ke vagina kemudian ada lendirnya dan merenggangkan ibu jari dan telunjuk. Jika lendirnya masih menyatu ketika dipisahan oleh kedua jari, berarti kental dan ini adalah waktu subur

sedangkan metode suhu yang menyatakan bahwa wanita yang subur mengalami kenaikan suhu 0,5-1 derajat. Metode ini mengukur suhu setiap hari ketika bangun tidur dan mencatatnya dikalender kemudian akan menjadi sebuah pola. Menurut kami ini tidak praktis.
Catatan: metode ini sebaiknya jangan dijadikan sebagai metode utama, hanya sebagai pendukung

-metode hormon baik dengan obat dan suntik KB
Sebaiknya metode ini baru digunakan jika metode di atas (penanggalan, kondom dan ‘azl )tidak bisa digunakan atau tidak sanggup dilakasanakan. Karena ini metode yang sudah ada intervensi lain kepada tubuh. Belum lagi ada pendapat dikalangan medis bahwa penggunaan Obat dan suntikan KB berupa hormon estrogen dan progesteron bisa memacu kanker (walaupun sampai sekarang masih belum pasti dan perlu penelitian jangka panjang)
Kita perlu mengingat hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa haid dan nifas adalah ketetapan/kodrat wanita. Sebaiknya kita tidak melawan kodrat kita.

فَإِنَّ ذَلِكَ شَىْءٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ
Sesungguhnya, haid adalah ketetapan/kodrat yang Allah tetapkan bagi para wanita keturunan Adam.[5]

-metode Alat Kontrasepsi Dalam Rahim [AKDR] misalnya spiral
secara medis insya Allah tidak merusak rahim sehingga tidak haram. Hanya sebgai pencegah atau mematikan sperma ketika hendak masuk ke rahim. Tetapi hendaknya diperhatikan bahwa ini akan membuka aurat wanita. Jika yang memasang dokter kandungan laki-laki jelas haram jika masih ada dokter wanita atau bidan. Sebenarnya wanitapun tidak boleh melihat aurat sesama wanita begitu juga laki-laki. Tetapi karena ini adalah satu-satunya jalan.
Kami tetap menyarankan memakai metode non-invasif  (penanggalan, kondom dan ‘azl )jika ia sanggup.

2.Metode yang HARAM
vasektomi dan tubektomi
istilah awam disebut Steril, yaitu metode yang membuat laki-laki atau wanita tidak bisa mempunyai anak untuk selama-lamanya dengan metode operasi tertentu.
Jelas metode ini adalah haram karena membuat laki-laki dan wanita tidak bisa membuat keturunan selamanya. Dan ini termasuk menggubah ciptaan Allah dan keluar jauh dari tujuan penciptaannya yaitu untuk memperoleh keturunan. Kita telah jelaskan dalil mengenai perintah agar memperbanyak keturunan. Kemudian ini juga ditempuh dengan metode operasi yang melakukan invasif pada tubuh dengan alasan yang kurang benar.

Demikian semoga bermanfaat

Dijawab oleh:  dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.kesehatanmuslim.com

Keraguan Tes Sidik Jari


Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (Foto: internet)
Koran Sindo, Minggu, 15 Mei 2011 – Setelah kasus Otak Tengah, yang akhir-akhir ini sering ditanyakan kepada saya adalah tentang tes Sidik Jari untuk mengetahui kepribadian anak.
Saya, yang sudah 43 tahun malang-melintang di dunia psikologi, belum pernah tahu sebelumnya tentang keberadaan tes tersebut dan tidak mau ambil pusing. Paling-paling penipuan lagi, pikir saya. Tetapi, beberapa hari yang lalu anak saya, yang kebetulan juga psikolog, bercerita kepada saya bahwa dia diajak temannya (baca: dikejar-kejar) untuk bergabung dengan usaha dia dalam usaha tes Sidik Jari. “Lumayan,” kata temannya itu. Captive market-nya ibu-ibu yang punya anak kecil dan sekolah-sekolah. Biayanya Rp500.000 per anak.

Sebagai psikolog profesional, anak saya meragukan validitas dan reliabilitas (keabsahan dan kesahihan) tes itu. Apalagi dengan job dan statusnya yang sudah mapan dan gajinya yang sudah berlipat-lipat di atas UMR, dia tidak mau ambil risiko. Karena itu, ia minta pendapat saya. Saya langsung saja menyatakan bahwa saya pun tidak percaya, tetapi saya penasaran. Maka saya pun browsing semua jurnal psikologi (hampir seluruh dunia yang berbahasa Inggris) yang bisa diakses oleh mesin searcher dari Asosiasi Psikologi Amerika (APA) di mana saya menjadi salah satu anggotanya.
Hasilnya menakjubkan, sekira 40.000 tulisan yang mengandung kata “finger print” Langsung saya cari judul-judul yang kira-kira terkait sidik jari dalam hubungannya dengan bakat, kepribadian, atau kecerdasan anak.
Hasilnya: NIHIL! Sedangkan kalau saya gunakan kata kunci Dermatoglyphic (Dermato artinya kulit, Glyphs artinya ukiran, jadi kulit yang berukiran) ada satu keluaran, yaitu tulisan berjudul “Neurodevelopmental Interactions Conferring Risk for Schizophrenia: A Study of Dermatoglyphic Markers in Patients and Relatives”, oleh Avila, Matthew T; Sherr, Jay; Valentine, Leanne E; Blaxton, Teresa A; Thaker, Gunvant K dalam Schizophrenia Bulletin, Vol 29 (3), 2003, halaman 595- 605. Jadi tulisan yang satu ini pun hanya tentang hubungan antara gejala sakit jiwa schizofrenia (dipercaya sebagai penyakit turunan) dengan pola sidik jari (juga merupakan bawaan).
Sebaliknya, dari Google, saya mendapat banyak sekali keluaran setelah memasukkan kata kunci “sidik jari”, bahkan ada website-nya. Hampir semua bercerita tentang keilmiahan metode analisis kepribadian dengan tes Sidik Jari ini. Bahkan ada iklan promo yang menawarkan tes Sidik Jari “hanya” Rp375.000 per anak. Sisanya adalah testimoni dari orang-orang yang pernah mencoba tes yang katanya pelaksanaannya sangat mudah. Sedangkan salah satu kalimat promosi mereka adalah bahwa “Analisis sidik jari memiliki tingkat akurasi lebih tinggi daripada metode pengukuran lain. Klaim akurasi 87%”. Luar biasa kalau tes itu benar.
Kalau seorang ibu sudah mengetahui seluruh “rahasia” kepribadian anaknya melalui sidik jari anak, dia tinggal ongkang-ongkang kaki dan dia hanya perlu mengatur anaknya sesuai petunjuk hasil tes Sidik Jari, dan anaknya akan menjadi orang yang pandai, jujur, kreatif, berbakti kepada orang tua, beriman, bertakwa, dan saleh. Lebih senang lagi anggota Densus 88. Mereka tidak perlu berpayah-payah lagi. Cukup dengan memeriksa sidik jari, mereka bisa mengidentifikasi pembom bunuh diri, menangkapnya, dan memasukkannya ke penjara.
Tetapi, faktanya kan tidak seperti itu. Upaya manusia untuk mempelajari jiwa sudah berawal sejak zaman Socrates, 400 tahun sebelum masehi, dan melalui perjalanan sejarah yang panjang sekali, serta mendapat masukan dari berbagai ilmu, termasuk ilmu faal dan kedokteran, serta matematika. Wilhelm Wundt baru menyatakan, psikologi sebagai ilmu yang mandiri pada 1879 di Leipzig, Jerman (versi Amerika oleh William James di sekitar tahun yang sama di Universitas Harvard). Pascakelahirannya, psikologi berkembang terus, termasuk mengupayakan berbagai teknik dan metode untuk mengukur berbagai aspek kepribadian, termasuk tes IQ, minat, sikap, bakat, emosi, dan seterusnya.
Kemajuannya sangat langkah-demi-langkah, tidak ada yang langsung meloncat, dan sebagaimana ilmu pengetahuan lainnya, setiap kemajuan, temuan atau kritik selalu dilaporkan dalam jurnal-jurnal dan seminar-seminar psikologi seluruh dunia. Karena itulah, langkah pertama saya adalah mengecek jurnal ilmiah psikologi untuk memastikan apakah tes Sidik Jari ini termasuk metode yang diakui dalam psikologi atau tidak. Sementara itu, teknik analisis sidik jari juga sudah berkembang sejak 1800-an. Pada 1880 Dr Henry Faulds melaporkan tentang sistem klasifikasi yang dibuatnya untuk mengidentifikasi seseorang.
Pada 1901 teknik yang disebut daktiloskopi ini digunakan di Inggris, 1902 di Amerika digunakan di kalangan pegawai negeri, 1905 di Angkatan darat AS, dan sejak 1924 mulai dipakai oleh FBI. Tetapi, semuanya untuk menentukan identitas fisik seseorang. Misalnya, apakah benar sidik jari yang ditinggalkan pelaku di TKP (tempat kejadian perkara) perampokan adalah milik si Fulan. Sebelum ditemukan sistem DNA, daktiloskopi-lah yang menjadi andalan polisi. Namun, di kemudian hari, teknik analisis Sidik Jari yang awalnya hanya untuk identifikasi fisik tampaknya berkembang menjadi teknik identifikasi psikis (kejiwaan) juga.
Ilmuwan Inggris Sir Francis Galton yang masih sepupu Sir Charlis Darwin adalah penganut teori evolusi. Dia percaya bahwa kepribadian ditentukan oleh bakat-bakat yang dibawa sejak lahir dan bakat-bakat itu terukir di sidik jari setiap orang. Maka ia menerbitkan buku Finger Prints (1888) dan memperkenalkan klasifikasi sidik jari yang dihubungkan dengan klasifikasi kepribadian. Pasca-Galton tampaknya dermatoglyphs semakin berkembang dan diyakini sebagai ilmu pengetahuan yang sahih, lengkap dengan buku-buku, dan jurnal-jurnal “ilmiah” mereka sendiri. Kalau kita cari di Google, dengan kata kunci dermatoglyphs akan keluar lebih dari 70.000 informasi, tetapi semuanya diluar komunitas ilmu psikologi.
Dengan demikian, dermatoglyphs sebenarnya pseudo science (ilmu semu) dari psikologi. Ilmu semu lain dalam psikologi yang banyak kita kenal adalah astrologi (banyak di majalah- majalah wanita dan remaja, tetapi tidak pernah ada di koran SINDO), palmistri (ilmu rajah tangan, yang ketika saya mahasiswa sering saya pakai untuk merayu mahasiswi-mahasiswi Fakultas Sastra sambil meraba-raba tangannya), numerologi (meramal atau menjodohkan orang dengan menggunakan angka-angka tanggal lahir dsb), tarrot (dengan menggunakan kartu-kartu), dan masih banyak lagi.
Semua itu mengklaim diri sebagai ilmu, lengkap dengan literatur dan teknik masing-masing, dan memang tampaknya sahih dan canggih betul (ada yang putus dari pacar gara-gara bintangnya tidak cocok). Tetapi, ada satu hal yang tidak bisa dipenuhi oleh semua ilmu semu, yaitu tidak bisa diverifikasi teorinya. Dalam Astrologi misalnya tidak pernah bisa dibuktikan hubungan antara singa yang galak dan bintang Leo. Apalagi membuktikan manusia berbintang Leo dengan sifatnya yang galak (banyak juga cewek Leo yang jinak-jinak merpati,loh!).
Dalam hal ilmu sidik jari sama saja. Tidak bisa diverifikasi bagaimana hubungannya antara sidik jari (bawaan) dan sifat, minat, perilaku, apalagi jodoh dan karier, bahkan kesalehan seseorang yang merupakan hasil dari ratusan variabel seperti faktor sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, lingkungan alam, dan sebagainya, walaupun termasuk sedikit faktor bawaan. Pandangan bahwa kepribadian ditentukan oleh faktor bawaan (nativisme) sudah lama ditinggalkan psikologi.
Teori yang berlaku sekarang adalah bahwa kepribadian ditentukan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan. Karena itu, untuk memeriksa itu diperlukan proses yang panjang (metode psikodiagnostik, assessment) dan duit yang lumayan banyak. Karenaitu, saya tidak pernah menyarankan orang untuk ikut psikotes kalau hanya untuk ingin tahu. Buang-buang duit. Tetapi lebih sia-sia lagi kalau buang duit untuk tes Sidik Jari.
SARLITO WIRAWAN SARWONO
Guru Besar Fakultas Psikologi UI

Selasa, 28 Januari 2014

Gejala Harus Diwaspadai Bayi Jatuh Dari Tempat Tidur dan Penanganannya

Gejala Harus Diwaspadai Bayi Jatuh Dari Tempat Tidur dan Penanganannya

Kejadian bayi jatuh dari tidur cukup sering terjadi dialami ketika anak menginjak usia 6 bulan hingga 1 tahun. Orang tua sering cemas bila hal itu terjadi pada buah hatinya. Bayi yang jatuh dari tempat tidur biasanya berjarak sekitar 50 cm dari ujung tempat tidur ke lantai. Meskipun kepalanya terbentur, selama di dasar lantai tidak ada benda berujung tajam biasanya tidak berakibat buruk. Karena tulang kepala bayi masih cukup elastis, ubun-ubun belum menutup hingga perubahan tekanan tidak memberikan benturan yang keras pada otak.
Bayi terjatuh dari tempat tidur, akan berakibat buruk bila sampai mengganggu petrsarafan di susunan saraf pusat atau otak. Meskipun gangguan tersebut jaeang terjadi. Orang tua harus cermat memperhatikan posisi bayi saat jatuh, bagian tubuh mana yang terbentur lantai. Bila mengganggu susunan saraf pusat atau otak biasanya terdapat tanda pingsan, muntah berlebihan, gelisah berlebihan atau sebaliknya anak tidur terus dengan kesadaran menurun. Hal lain yang harus diperhatikan adalah adanya benjolan di kepala setelah jatuh, adakah tulang kepala, tulang leher, bahu, tangan atau kaki yang retak, adakah gangguan penglihatan.

Tanda bahaya gangguan susunan saraf pusat saat jatuh yang harus segera di bawa ke rumah sakit:

  • Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
  • Anak menjadi iritabel, bingung, delirium dengan tampilan mengamuk atau meracau tanpa sadar.
  • Kejang atau kelumpuhan pada wajah atau anggota gerak.
  • Sakit kepala atau muntah yang menetap dan semakin bertambah. Adanya kekakuan di leher.
  • Timbul benjolan di kepala terutama di daerah samping.

Penanganan

  • Meski tidak harus segera di bawa ke dokter, bila perlu segera kontak dokter keluarga atau dokter anak anda
  • Bila tidak ada tanda bahaya, anak dapat diobservasi di rumah, diawasi kesadarannya setiap 2-3 jam selama 3 hari setelah anak jatuh. Selama observasi tidak boleh diberikan obat muntah karena dapat menghilangkan gejala muntah yang bertambah.
  • Observasi kesadaran anak dan gejala yang mengganggu persarafan seperti yang tersebut dia atas paling tidak 2 x 24 jam.
  • Bila ada luka di kepala, tekan perdarahan selama 10 menit, bila tidak berhenti segera bawa ke dokter. Bila ada luka benjol atau memar di kepala, kompres dengan es. Untuk mengurangi nyeri boleh diberikan obat analgetik seperti parasetamol.
  • Meski jarang bila timbul benjolan harus diperhatikan berbagai gejala tersebut diatas. Namun meski Anak tidak terluka, tidak selalu tidak ada luka dalam. Trauma kepala dengan luka ringan tidak selalu menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan kecil di kepala akibat terbentur lantai dapat menimbulkan kegawatan.
  • Bila terdapat gangguan manifestasi gangguan susunan saraf pusat seperti yang tersebut diatas perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut khususnya CT scan atau MRI.
  • Sebagian besar kasus trauma kepala ringan pada anak tidak memberikan gejala sisa di kemudian hari.
  • Sebagian kecil dan sangat jarang sekali terjadi trauma berat dan sedang. Bila penderita yang sembuh dari trauma kepala berat, umumnya mempunyai gangguan yang menetap, sedangkan trauma kepala ringan dan sedang memiliki resiko mengalami gangguan fungsi kognitif dan motorik di kemudian hari.

Waspadai Bayi Aktif Mudah Jatuh Dari Tempat tidur:

Bayi yang jatuh dari tempat tidur beresiko dialami oleh bayi yang banyak bergerak, sangat aktif dan tidak bisa diam. Tanda dan gejala bayi yang sangat aktif dapat dikenali sejak dalam kandungan dan bayi usia muda. Dalam keadaan seperti itu orangtua harus waspada karena bayi sangat besar beresiko jatuh mulai saat usia 6 bulan adalah :
  • Sejak dalam kehamilan dalam perut saat usia kehamilanm 5 bulan bayi sudah banyak bergerak dengan trendangan sangat kuat terutama saat malam hari
  • Usia kurang  1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.
  • Usia kurang 6 bulan mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar.
  • Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.
  • Usia lebih  6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak atau sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala.
  • Sering kebentur kepala tempat tidur atau dinding di tempat tidur 

Alergi hipersensitiftras saluran cerna, Bayi Aktif dan Mudah jatuh Dari tempat Tidur

Bayi yang sangat aktif sering dialami oleh bayi dengan riwayat hipersensitif dan alergi khususnya saluran cerna. Kaitan itu terjadi karena ternyata bayi atau anak yang mempunyai hipersensitif saluran cerna ternyata dapat merangsang sensitifitas susunan saraf pusat sehingga menimbulkan berbagai manifestasi khususnya membuat anak sangat lincah dan sangat aktif. Teori “Gut-Brain Axis” menjelaskan hal ini mengapa fenomena tersebut dapat terjadi. Bayi yang sangat lincah dan tidak bisa diam inilah yang sering membuta mudah jatuh dari tempat tidur
Manifestasi klinis hipersensitif saluran cerna yang sering dikaitkan dengan bayi sangat aktif dan penderita alergi pada bayi.
  • GANGGUAN SALURAN CERNA : Sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari), Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, BERAK DARAH. Feses cair, hijau, bau tajam, kadang seperti biji cabe. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.
Biasanya disertai gejala alergi lainnya
  • Kulit sensitif. Sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Kuning Timbul kuning tinggi atau kuning bayi baru lahir berkepanjangan seharusnya setelah 2 minggu menghilang sering disebut Breastfeeding Jaundice (kuning karena ASI mengandung hormon pregnandiol).  Seringkali jadi pertanyaan mengapa sebagian besar bayi dengan ASI tidak mengalami kuning berkepanjangan. Setelah usia 6 telapak tangan dan kaki kadang berwarna kuning, sampai saat ini seringkali dianggap karena terlalu banyak makan wortel atau kelebihan vitamin A padahal selama ini hipotesa itu hanya sekedar dugaaan dan belum pernah dibuktikan dengan pemeriksaan darah. Kuning berkepanjangan meningkat pada bayi bisa sering terjadi pada bayi dengan gangguan saluran cerna dengan keluhan obstipasi (sering ngeden/mulet) dan konstipasi. Bila dicermati saat gangguan saluran cerna meningkat kuning semkai terlihat jelas dan sebaliknya saat saluran cerna membaik kuning menghilang.
  • Mulut hipersensitif. Lidah sering timbul putih kadang sulit dibedakan dengan jamur (candidiasis) atau memang kadang juga disertai infeksi jamur. Bibir tampak kering atau kadang pada beberapa bayi bibir bagian tengah berwarna lebih gelap atau biru. Produksi air liur meningkat, sehingga sering “ngeces (“drooling”) biasanya disertai bayi sering menjulurkan lidah keluar atau menyembur-nyemburkan ludah dari mulut.
  • Napas Berbunyi (Hipersekresi bronkus). Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan )
  • Sesak Saat Baru lahir. Sesak segera setelah lahir. Sesak bayi baru lahir hingga saat usia 3 hari, biasanya akan membaik paling lama 7-10 hari. Disertai kelenjar thimus membesar (TRDN (Transient respiratory ditress Syndrome) /TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS). Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu) Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah. Keluhan ini sering dianggap infeksi paru atau terminum air ketuban.
  • Hidung Sensitif. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  • Mata Sensitif. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi atau kedua sisi.
  • Keringat Berlebihan. Sering berkeringat berlebihan, meski menggunakan AC keringat tetap banyak terutama di dahi
  • Berat Badan Berlebihan atau kurang. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang
  • Saluran kencing. Kencing warna merah atau oranye (orange) denagna sedikit bentukan kristal yang menempel di papok atau diapers . Hal ini sering dianggap inmfeksi saluran kencing, saat diperiksa urine seringkali normal bukan disebabkan karena darah.
  • Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Gangguan Hormonal. Mempengaruhi gangguan hormonal berupa keputihan/keluar darah dari vagina, timbul jerawat warna putih. timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
  • Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan. Pada bayi berusia di atas 6 bulan dengan keluhan sering mual, BAB ngeden atau sulit, BAB > 3 kali seringkali mengakibatkan kesulitan makan atau makan hanya sedikit yang mengakibatkan gangguan kenaikkan berat badan dan sering mengalami daya tahan tubuh menurun sejak usia 6 bulan. Pada usia sebelum 6 bulan kenaikkan pesat tetapi setelah usia 6 bulan kenaikkan relatif datar. Pada penderita hipersensitifitas non alergi (non atopi) biasa nya ghangguan berat badan dan sulit makan lebih tidak ringan dan timbul sejak usia sebelum 6 bulan tetapi setelah 6 bulan lebih buruk
  • PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan, berat berlebihan karena bayi sering menangis dianggap haus. Haus palsu adalah tampilan bayi sering menangis, mulutnya sering seperti mau ngempeng atau mencari puting tampak sucking refleks berlebihan dirangsang pipinya sedikit sudah seperti mencari puting. Hal itu belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. Pada bayi alergi yang sering rewel seringkali saluran cernanya sedikit sakit sehingga bila ada perasaan tidak nyaman bayi akan sering seperti ngempeng atau minta digendong. Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu dan napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,`karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.
PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI PADA BAYI
  • GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi, menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut. Tampak gampang seperti gemes atau menggeram
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas bermain, memainkan mainan, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Bila minum susu sering terhenti dan teralih perhatiannya dengan sesuatu yang menarik tetapi hanya sebentar
  • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Sering berteriak dibandingkan mengiceh terutama saat usia 6 bulan
  • GANGGUAN MOTORIK KASAR, GANGGUAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR: KETERLAMBATAN BICARA: Kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik. GANGGUAN MENGUNYAH DAN MENELAN: Gangguan makan makanan padat, biasanya bayi pilih-pilih makanan hanya bisa makanan cair dan menolak makanan yang berserat. Pada usia di atas 9 bulan yang seharusnya dicoba makanan tanpa disaring tidak bisa harus di blender terus sampai usia di atas 2 tahun.
  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
  • Memperberat ADHD dan Autis. Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTIS (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). Tetapi alergi bukan penyebab Autis tetapi hanya memperberat. Penderita alergi dengan otak yang normal atau tidak punya bakat Autis tidak akan pernah menjadi Autis.

Pertolongan Pertama Pada Bayi Yang Jatuh Dari Tempat Tidur



Supaya bayi tidak jatuh dari tempat tidur, halangi tempat tidurnya dengan guling, atau letakkan kasur di bawah atau di lantai.
Pergerakan bayi yang semakin berkembang memang menggembirakan. Namun, pada saat yang sama bayi juga akan berisiko jatuh dari tempat tidur. Banyak orangtua yang mempunyai pengalaman bayinya terjatuh dari tempat tidur. Jangan panik. Berikut pertolongan pertamanya:

* Segera angkat bayi, gendong dan tenangkan.
* Periksa kepala dan badannya, apakah ada luka atau benjol. Untuk benjol bisa dikompres dengan es. Bila ada luka berdarah, tekan luka itu dengan kapas bersih selama 10 menit, kalau tidak berhenti segera bawa ke dokter.
* Setelah bayi tenang dan dipastikan tidak ada luka, berikan ASI. Umumnya setelah minum ASI bayi akan tertidur.
* Yang harus diwaspadai bila bayi sampai pingsan atau tidur dan susah dibangunkan, muntah, kejang pada wajah atau anggota gerak. Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
* Supaya tidak berulang, halangi tempat tidurnya dengan guling, atau letakkan kasur di bawah atau di lantai.
(Tabloid Nakita)

2 Solusi Mencegah Anak Jatuh Dari Tempat Tidur

tempat tidurDi saat imut imutnya bayi / anak kita, sekitar setelah usia 6 bulan maka kita orangtua harus lebih sering berhati-hati karena anak sudah mulai bisa merangkak dan lebih aktif bergerak. Tentu orangtua senang akan perkembangan anak, namun disisi lain ada bahaya yang mengintai, salah satunya anak jatuh dari tempat tidur.
Anak kami, Khalif pernah mengalami jatuh dari tempat tidur sebanyak 3 kali. Selain itu dia juga pernah jatuh dari toilet sekali dengan kepala belakang terlebih dahulu membentur laintai. Saat jatuh dari tempat tidur anak berusia 7 bulan (belajar merangkak), 10 bulan (merangkak lebih cepat), dan 13 bulan (sudah bisa berjalan).
Saya sangat merasa bersalah ketika anak terjatuh dari tempat tidur dan toilet. Aktifnya anak memang harus diiringi orangtua yang semakin aktif menjaganya. Pun begitu meski kita sudah siaga menjaga anak, ada kalanya orangtua lalai juga bisa karena orangtua mengantuk, kecapean, dan lainnya.
Saya pernah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki anak, semuanya kompak mengatakan bahwa anak-anak mereka pernah merasakan jatuh dari tempat tidur. Namun tentu itu tidak menjadikan orangtua tenang karena banyak kejadian mengerikan ketika anak jatuh dari tempat tidur seperti meninggal dunia, retak tulang, penglihatan bermasalah, dan lainnya.

Efek/Gejala Anak Jatuh dari Tempat Tidur

Seperti dikutip dari web ayahbunda, jika bayi jatuh pada usia sekitar 5 bulan, relatif aman karena kepala bayi masih elastis. Namun tentu akan lebih bahaya ketika anak jatuh saat usia lebih besar. Beberapa akibat anak jatuh dari tempat tidur antara lain :
  1. Mual dan Muntah.
  2. Pingsan atau penurunan kesadaran. Ini mungkin terjadi karena ada gangguan syaraf setelah terjatuh.
  3. Benjolan pada bagian yang terjatuh.
  4. Demam / panas. Nah ini yang terjadi saat khalif jatuh diusia 13 bulan. Setelah jatuh dari tempat tidur, dia nangis tanpa suara. Sesaat kami kaget sampai akhirnya dia nangis bersuara. Langsung kami cek kepalanya apakah ada benjolan atau darah. Setelah di usap-usap kepalanya alhamdulillah tidak ada apa-apa. Namun ternyata keesokan harinya, anak kami jadi demam / panas badannya. Ini pertanda adanya perubahan sistem karena otak mengatur sistem yang ada di tubuh kita seperti suhu, kecepatan detak jantung, kecepatan frekuensi napas, dan lainnya.

Solusi

Untuk mencegah anak jatuh dari tempat tidur, ada 2 solusi yang kami lakukan :
  1. Jika memang terpaksa tempat tidur harus menggunakan dipan, maka siapkan bantalan/ kasur tipis di sekitar dipan tempat tidur. Atau sisipkan beberapa bantal guling di pinggir dipan.
  2. Sebenarnya cara terbaik adalah tidak menggunakan dipan. Akhirnya cara ini kami lakukan karena anak sudah bisa berjalan dan tentu lebih riskan terjatuh dari tempat tidur jika masih menggunakan dipan. Jadi tempat tidur hanya beralaskan kasur saja. Dengan adanya dipan pun cukup membahayakan seperti anak bisa terbentur kayu dipan.

TANDA BAHAYA BAYI JATUH

Kejadian bayi jatuh dari tidur cukup sering terjadi dialami ketika anak menginjak usia 6 bulan hingga 1 tahun. Orang tua sering cemas bila hal itu terjadi pada buah hatinya. Bayi yang jatuh dari tempat tidur biasanya berjarak sekitar 50 cm dari ujung tempat tidur ke lantai. Meskipun kepalanya terbentur, selama di dasar lantai tidak ada benda berujung tajam biasanya tidak berakibat buruk. Karena tulang kepala bayi masih cukup elastis, ubun-ubun belum menutup hingga perubahan tekanan tidak memberikan benturan yang keras pada otak.

Bayi terjatuh dari tempat tidur, akan berakibat buruk bila sampai mengganggu petrsarafan di susunan saraf pusat atau otak. Meskipun gangguan tersebut jaeang terjadi. Orang tua harus cermat memperhatikan posisi bayi saat jatuh, bagian tubuh mana yang terbentur lantai. Bila mengganggu susunan saraf pusat atau otak biasanya terdapat tanda pingsan, muntah berlebihan, gelisah berlebihan atau sebaliknya anak tidur terus dengan kesadaran menurun. Hal lain yang harus diperhatikan adalah adanya benjolan di kepala setelah jatuh, adakah tulang kepala, tulang leher, bahu, tangan atau kaki yang retak, adakah gangguan penglihatan.

Tanda bahaya gangguan susunan saraf pusat saat jatuh yang harus segera di bawa ke rumah sakit:

1. Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
2. Anak menjadi iritabel, bingung, delirium dengan tampilan mengamuk atau meracau tanpa sadar.
3. Kejang atau kelumpuhan pada wajah atau anggota gerak.
4. Sakit kepala atau muntah yang menetap dan semakin bertambah. Adanya kekakuan di leher.
5. Timbul benjolan di kepala terutama di daerah samping.

Bila tidak ada tanda bahaya, anak dapat diobservasi di rumah, diawasi kesadarannya setiap 2-3 jam selama 3 hari setelah anak jatuh. Selama observasi tidak boleh diberikan obat muntah karena dapat menghilangkan gejala muntah yang bertambah.
Observasi kesadaran anak dan gejala yang mengganggu persarafan seperti yang tersebut dia atas paling tidak 2 x 24 jam.

Jika Kepala Bayi Terbentur

Tanya: Anak kami yang berusia 5 bulan baru saja terjatuh dari atas tempat tidur karena kelengahan kami yang tertidur pulas. Anak kami tidak terluka tetapi tapi kami tidak tahu apakah ada luka dalam dan harus diperiksakan kebagian apa untuk mengetahuinya. Apakah ada efek sampingnya untuk pertumbuhan anak kami dan baikkah untuk bayi berumur 5 bulan dibawa ke urut bayi?
Jawab: Bayi yang jatuh dari tempat tidur (+ 50 cm dari lantai), meskipun kepalanya terbentur, biasanya tidak berakibat buruk. Karena tulang kepala bayi masih cukup elastis, ubun-ubun belum menutup hingga perubahan tekanan tidak memberikan benturan yang keras pada otak.

Bayi terjatuh dari tempat tidur, perlu diperhatikan bagaimana posisi bayi saat jatuh, bagian tubuh mana yang terbentur lantai, pingsan atau tidak, bila pingsan berapa lama, muntah atau tidak, adakah benjolan di kepala setelah jatuh, adakah tulang kepala, tulang leher, bahu, tangan atau kaki yang retak, adakah gangguan penglihatan.

Anak tidak terluka, tidak selalu tidak ada luka dalam. Trauma kepala dengan luka ringan tidak selalu menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan kecil di kepala akibat terbentur lantai dapat menimbulkan kegawatan.

Jika pingsan, ada benjolan di kepala, sakit kepala atau muntah yang menetap, keluar cairan/ darah dari telinga atau hidung, adanya kelumpuhan di wajah atau ada kebutaan perlu pemeriksaan CT scan kepala.

Pasien yang sembuh dari trauma kepala berat, umumnya mempunyai gangguan yang menetap, sedangkan trauma kepala ringan dan sedang memiliki resiko mengalami gangguan fungsi kognitif dan motorik di kemudian hari. Namun hampir sebagian besar kasus trauma kepala ringan pada anak tidak memberikan gejala sisa di kemudian hari. Urut / pijat bayi dapat dilakukan pada bayi umur 5 bulan, bahkan pada bayi prematur. Ibu sebenarnya dapat melakukan pijat bayi sendiri tapi harus sesuai pedoman. Bila belum tahu caranya, sebaiknya bawa terlebih dulu ke therapist di rumah sakit.

Banyak sekali manfaat pijat bayi, di antaranya memperbaiki sirkulasi darah dan pernafasan, meningkatkan berat badan, mengurangi depresi dan ketegangan, membuat tidur lebih lelap, mengurangi kembung dan kolik (sakit perut) dan meningkatkan hubungan antara orang tua dan bayi.